Headline

Alasan MK Tolak Pernikahan Beda Agama Katolik dan Islam

Jakarta, Ayotimur.com-Permohonan uji materi Undang-Undang Perkawinan yang mengatur pernikahan beda agama ditolak Mahkamah Konstitusi (MK). Permohonan uji materi ini diajukan diajukan oleh Ramos Petege, seorang Katolik yang hendak menikahi seorang perempuan beragama Islam.

“Mengadili, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua MK Anwar Usman saat membacakan putusan, Selasa (31/1).

Baca Juga:  7 Poin Penting RUU ASN, Alokasi PNS Lebih Besar di Daerah 3 T

Dalam permohonannya, Ramos Petege mengaku pernikahannya dengan calonnya terhalang lantaran Pasal 2 Ayat (1) UU Perkawinan. Delik ini menyebutkan bahwa “perkawinan dikatakan sah bila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu”.

Menurut Ramos, ketentuan tersebut membuatnya kehilangan kemerdekaannya dalam memeluk agama dan kepercayaan yang dijamin oleh Pasal 29 Ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945, karena ia mesti berpindah agama bila mau menikahi kekasihnya yang berbeda agama.

Baca Juga:  Mahfud MD Sebut Anies Baswedan Bisa Dijegal Internal, Sarankan Koalisi Perubahan Kompak

Ramos pun meminta MK untuk mengubah ketentuan dalam UU Perkawinan dengan membolehkan pernikahan beda agama dan kepercayaan berdasarkan pada kehendak bebas oleh para mempelai.

Namun, MK menilai pokok permohonan tersebut tidak beralasan menurut hukum. Hakim MK Wahiduddin Adams mengatakan, ketentuan Pasal 2 Ayat (1) UU Perkawinan bukan berarti menghambat atau menghalangi kebebasan setiap orang untuk memilih agama dan kepercayaannya.

Baca Juga:  Tegas, Partai Golkar Tolak Tawaran PKS Gabung ke Koalisi Perubahan Usung Anies
1 2Laman berikutnya
Komentar:

Komentar Anda menjadi tanggung jawab Anda sesuai UU ITE

Back to top button