HeadlineHot Issue

Mahfud MD Klaim Transaksi Mencurigakan Rp349 T di Kemenkeu Bukan Korupsi

Jakarta, Ayotimur.com-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut transaksi mencurigakan sebesar Rp349 triliun lebih di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu disinyalir praktik pencucian uang, namun belum mengarah ke tindak pidana korupsi.
Menurutnya, transaksi mencurigakan itu merupakan hasil analisa yang dilakukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Baca Juga:  PPP Sindir Kekalahan Prabowo yang Didukung Ijtima Ulama PA 212 di Pemilu 2019

“Kami tegaskan bahwa yang kami laporkan itu laporan hasil analisa tentang dugaan tindak pidana pencucian uang. Berkali-kali saya katakan, ini bukan laporan korupsi, tapi laporan tentang dugaan tindak pidana pencucian uang yang menyangkut pergerakan transaksi mencurigakan, saya waktu itu sebut Rp 300 triliun,” ujar Mahfud di kanktor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (20/3).

Baca Juga:  Jokowi Pesan Jaga Stabilitas Politik ke Bakal Capres dan Cawapres

“Sesudah diteliti lagi transaksi mencurigakan itu, lebih dari itu Rp 349 triliun mencurigakan,” imbuhnya.

Menurut Mahfud, dugan pencucian uang itu berhasil ditemukan setelah hasil analisa PPATK. Sebab, temuan itu setelah adanya perputaran uang secara aneh.

“Saudara harus tau, tindak pidana pencucian uang itu sering menjadi besar karena itu menyangkut kerja intelijen keuangan, uang yang sama mungkin berputar 10 kali secara aneh. Itu mungkin dihitungnya hanya dua atau tiga kali, padahal perputarannya 10 kali,” kata Mahfud.

Baca Juga:  PKB Warning Bakal Disiplinkan Gus Yaqut, Ada Apa?

Dia meminta publik tidak berasumsi bahwa transaksi janggal sebesar Rp349 triliun itu praktik dugaan korupsi. Menurutnya, temuan dugaan transaksi mencurigakan itu disinyalir merupakan praktik pencucian uang yang dilakukan pejabat Kemenkeu.

1 2Laman berikutnya
Komentar:

Komentar Anda menjadi tanggung jawab Anda sesuai UU ITE

Back to top button