HeadlineStory

Brutal, Shani Louk, Seniman Muda Jerman Diarak dan Ditelanjangi oleh Hamas

Tajuktoday.com-Seorang seniman tato muda yang tanpa sengaja terperangkap dalam serangan brutal Hamas di Israel pada Sabtu pagi telah diidentifikasi sebagai salah satu korban tragis dari insiden mengerikan tersebut. Wanita ini telah diidentifikasi sebagai Shani Louk, seorang warga negara Jerman berusia 30 tahun.

Shani Louk adalah salah satu dari ratusan korban dalam serangan tersebut, yang terutama menargetkan pesta dansa di dekat Kibbutz Urim dan komunitas lain di Israel. Konflik ini telah menelan korban sedikitnya 250 warga Israel, dengan lebih dari 1.500 lainnya terluka, dan puluhan lainnya diculik.

Baca Juga:  Ike Suharjo Kutuk Keras Aksi Perusahaan Perpanjangan Kontrak dengan Syarat Tidur Bareng

Rekaman video yang menggemparkan tersebut menunjukkan teroris bersenjata dari Hamas yang meneriakkan “Allahu Akbar” saat mereka mengarak jenazah Shani. Keluarganya mengidentifikasi Shani dalam video tersebut, mengonfirmasi nasib tragis putri mereka yang masih muda.

Sepupu pertamanya, Tom Weintraub Louk, menjelaskan bahwa keluarga mencoba menelepon Shani ketika mereka mengetahui bahwa Hamas telah menyeberang dari Jalur Gaza, tetapi Shani tidak menjawab.

Baca Juga:  Hasto PDIP: Ganjar-Mahfud MD Pemimpin yang Lahir dari Proses Baik

Mereka kemudian melihat video tragis tersebut di mana tubuh Shani tampak tidak bernyawa dan dikelilingi oleh militan bersenjata.

“Kami tahu dia ada di pesta itu,” katanya kepada surat kabar tersebut. “Dia tidak menjawab.”

Namun sepupunya yang lain melihat rekaman Shani Louk secara online saat tubuhnya tampak tak bernyawa dan dikelilingi oleh militan bersenjata di bagian belakang truk. Salah satu pejuang Hamas memegangi pinggang korban sementara yang lain memegang sebagian rambut gimbalnya.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPR Minta Wisman Bikin Onar di Bali Ditindak Tegas

Kakinya diletakkan secara tidak wajar di bagian belakang truk. Orang tuanya menonton video tersebut untuk memastikan bahwa itu adalah putri mereka, Washington Post melaporkan.

1 2Laman berikutnya
Komentar:
Array

Komentar Anda menjadi tanggung jawab Anda sesuai UU ITE

Back to top button